SEKILAS TENTANG OLIMPIADE MATEMATIKA

Sesuai dengan nama yang telah dipakai pada kegiatan olahraga, Olimpiade Matematika Internasional (International Mathematics Olympiad) merupakan ajang kompetisi matematika untuk anak SMA yang diikuti oleh lebih dari 80 negara. IMO pertama kali diadakan pada tahun 1959 di Rumania sebagai kegiatan regional negara-negara Eropa Timur. Delegasi IMO dari suatu negara terdiri dari maksimal 6 murid SMA dengan pimpinan maksimal 2 orang. Pada tahun 1988 Indonesia menjadi pengamat di IMO dan setahun kemudian mulai mengirimkan pesertanya.

Kompetisi dilakukan dalam dua hari. Setiap harinya, peserta harus menyelesaikan 3 soal dalam waktu 4,5 jam. Nilai maksimum dari setiap soal adalah 7 dan tidak terdapat nilai pecahan.

Kurang lebih 4 bulan sebelum kompetisi berjalan, setiap negara yang diundang diminta untuk mengirimkan 6 soal. Soal-soal yang telah terkumpul akan dikaji kembali oleh delegasi negara tuan rumah untuk menghasilkan kurang lebih 30 soal. Kemudian pemilihan menjadi 6 soal yang diberikan pada kompetisi dilakukan oleh Juri Internasional. Juri ini terdiri dari pimpinan setiap negara bersama dengan 4 Juri Eksekutif yang berasal dari negara tuan rumah. Di tempat yang dirahasiakan, juri melakukan pertemuan beberapa hari sebelum kompetisi berjalan.

Bahasa resmi dari olimpiade matematika ini adalah bahasa Inggris, Perancis, Jerman dan Rusia. Tetapi akhir-akhir ini mereka menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi.

Pada hari kedatangan, pimpinan delegasi menerima daftar soal yang telah terpilih. Setelah mengkajinya, mereka mendiskusikan untuk memilih soal yang akan dipakai. Pada saat ini diperlukan kejujuran dari juri untuk memberitahukan soal yang telah diketahui, ada di buku atau sudah pernah diberikan pada saat pelatihan. Soal- soal yang dianggap terlalu mudah atau terlalu sulit juga dihapuskan. Setelah terpilih 6 soal, maka mereka mencoba untuk menyajikan soal tersebut dengan cara dan bahasa Inggris yang lebih baik. Pimpinan dari suatu negara yang memandang timnya perlu memahami soal dengan bahasanya sendiri diberi kesempatan untuk menuliskan soal dalam bahasanya sendiri.

Biasanya peserta kompetisi akan datang beberapa hari setelah pimpinan tetapi mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi kompetisi. Selain diuji kemampuan matematikanya mereka diuji kekuatan fisiknya sebab mereka harus menyelesaikan soal dalam waktu 4,5 jam tanpa berhenti. Setelah 2 hari berkompetisi peserta diberikan kesempatan untuk menikmati kegiatan lain seperti mengenal seni budaya dari negara penyelenggara. Sedankan bagi pimpinan dan Juri Internasional melakukan penilaian terhadap pekerjaan peserta. Karena perbedaan bahasa, pada saat permulaan pimpinan tim harus melakukan penilaian terhadap pekerjaan anggotanya tanpa harus memberikan tanda atau tulisan lain pada kertas jawaban. Selanjutnya, mereka memperlihatkan jawaban kepada para penilai yang telah ditunjuk oleh tuan rumah, kalau perlu dengan terjemahan dari pekerjaan tersebut. Penilaian akhir harus disetujui oleh pimpinan tim negara pesertadan penilai. Jiak ada perbedaan pendapat,maka mereka dapat mengajukan keberatan kepada ketua penilai atau Juri Internasional.

IMO merupakan kompetisi individu. Hasil yang diumumkan merupakan pencapaian masing-masing peserta. Untuk beberapa negara, seringkali nilai para anggota tim dijumlahkan namun hasil tersebut merupakan hasil yang tidak resmi.

Medali diperoleh oleh kurang lebih setengah peserta yang mencapai hasil terbaik. Perbandingan antara medali emas perak dan perunggu adalah 1:2:3 dengan catatan tak lebih dari seperduabelas jumlah peserta memperoleh medali emas, tak lebih dari seperempat jumlah peserta memperoleh medali emas atau perak dan tak lebih dari setengah jumlah peserta memperoleh medali. Tetapi untuk lebih memberikan tantangan kepada semua peserta, maka bagi siswa yang mampu mengerjakan sedikitnya satu soal dengan benar akan memperoleh sertifiakt Honourable Mention.

Untuk mempersiapkan siswa SMA mengikuti IMO, setiap negara mempunyai cara berbeda dalam mempersiapkan timnya. Di Indonesia, setelah pada bulan Agustus –September dilakukan Olimpiade Sains Nasional bidang matematika maka dipilihlah kurang lebih 30 siswa dari berbagai daerah untuk selanjutnya mengikuti pelatihan tahap pertama. Pada akhir pelatihan dilakukan lagi seleksi untuk memilih kurang lebih 15 siswa terbaik untuk mengikuti pelatihan tahap kedua. Pada bulan Maret, diadakan seleksi sekali lagi untuk memilih 6 siswa terbaik pada tahun tersebut. Selanjutnya dalam menghadapi kompetisi, pelatihan dilakukan melalui surat-menyurat dan pada bulan Juli IMO dilaksanakan.

Satu Tanggapan ke “SEKILAS TENTANG OLIMPIADE MATEMATIKA”

  1. Syamsul Bahri Purnomo Berkata:

    wah keren de blog-nya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.